Bagaimana Cara TRAILING Stop Me-minimalkan Tingkat Kerugian ?

TRAILING Stop  adalah fasilitas untuk para investor yang membutuhkan bantuan untuk memonitoring harga saham/investasi mereka, sehingga saat harga turun tiba-tiba, fasilitas tersebut yang melakukan tindakan sesuai dengan instruksi investor, dan biasanya instruksi tersebut adalah menjual sebagian atau seluruh investasinya untuk mengurangi tingkat kerugian yang lebih besar lagi.
TRAILING Stop ini biasanya digunakan untuk instrumen-instrumen investasi yang fluktuasinya tinggi sekali. Kalau untuk saham, biasanya digunakan untuk saham 'gorengan'.
Fasilitas ini awalnya tersedia di sistem jual-beli forex (mata uang asing), index, karena kedua instrumen investasi ini mempunyai tingkat fluktuasi yang tinggi sekali.

Dalam berinvestasi saham, ada sebagian investor yang membiarkan harga sahamnya turun dan berharap suatu hari naik kembali, tetapi ada juga yang menginginkan saham dijual rugi dengan batas kerugian tertentu, bila harga saham tersebut turun, atau saham dalam keadaan downtrend (bearish trend)
Bila investor itu berkeinginan menjual di batas tertentu, tetapi tidak bisa memonitoring harga secara terus-menerus, maka investor ini akan menggunakan fitur TRAILING Stop .

Secara ringkasnya, TRAILING Stop ini adalah Fitur untuk me-minimalkan tingkat kerugian atau mengamankan keuntungan di batas tertentu (Stop Price).

Bagaimana cara kerja TRAILING Stop ?

Di dalam aplikasi POEMS, TRAILING Stop ini berada di dalam menu Smart SAFE.
Menu Smart SAFE ini juga membantu memonitoring harga untuk menentukan batas kerugian dan keuntungan tertentu.
Untuk mengenal Smart SAFE , dapat melihat di http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com/#!/2012/03/fitur-stop-loss-smart-safe-smart-order.html.

Lima Langkah mudah yang dapat dilakukan adalah :
1. Tentukan saham dan jumlah lot yang diinginkan
    Ilustrasi di sini , saham yang dipilih adalah saham KIJA 10 Lot.

2. Tentukan pilihan Harga Acuan (“Trigger Price”) untuk mendapatkan Harga Stop-Loss (“Stop Price”)

Harga Acuan bisa berdasarkan :
- High Price ( Harga Tertinggi di market)
- Prev Close ( Harga Penutupan Sebelumnya di market)
- Last Done ( Harga Terakhir di market )
Ilustrasi di sini , dipilih Harga Acuan-nya adalah High Price = 305

3. Dengan acuan dari "Trigger Price" tersebut, tentukan batas toleransi kerugian dalam nilai persentase atau jumlah poin di bawah harga saham yang dimiliki (“Trailing Step”) untuk mendapatkan “Stop Price”.
Stop Price” ini akan menjadi Harga minimum. 

Ilustrasi di sini , dipilih Trailing Step 5% , artinya batas kerugian yang ditentukan adalah 5% di bawah harga acuan (High Price). Karena Harga Acuan High Price = 305, maka didapat angka Stop Price 5% di bawah 305 adalah 285 (hasil pembulatan ke bawah dari 289.75). Ini adalah nilai Stop Price awal.

4. Pada saat harga saham di market menyentuh “Stop Price”, maka saham dijual pada "SELL PRICE" yang sesuai dengan pilihan :
            a. Use Stop Price , menggunakan “Stop Price
            b. Use 1 Level Below Stop Price, menggunakan harga 1 level di bawah “Stop Price
            c. Use 2 Level Below Stop Price, menggunakan harga 2 level di bawah “Stop Price


Ilustrasi di sini , ditentukan bahwa bila harga di market, saham itu mencapai angka Stop Price = 285, maka saham dijual dengan harga (Sell Price) = harga Stop Price ( Use Stop Price) yaitu 285


5. Tentukan tanggal berlaku ("Valid Until") untuk menentukan periode kondisi TRAILING Stop tetap aktif.
Maksimal 90 hari kalendar
Ilustrasi di sini , ditentukan periode akhir kondisi Trailing berlaku di sistem sampai 11 April 2013, sehingga bila sudah melewati periodenya, sistem tidak lagi menjaga kondisi tersebut.

Bila ke-5 langkah tersebut sudah dilakukan , maka dapat melihat kembali summary yang sudah diinput
Ilustrasi di sini , bahwa investor hendak menjual saham KIJA 10 lot, bila dipenuhinya kondisi Trailing Stop yaitu bila harga saham terjadi di 5% di bawah harga High Price sampai 11 April 2013.

Mengapa disebut Trailing ?
Bila Harga saham di market naik, maka “Stop Price” akan bergerak naik sesuai dengan range “Trailing Step” harga di market, sehingga terbentuk “Stop Price” yang baru dan nilainya lebih tinggi dari semula.
Bila Harga saham di market berbalik arah (turun), maka “Stop Price” yang dijaga adalah harga stop-loss yang terbaru.

Bila fitur ini bisa membantu Anda dalam berinvestasi dalam me-minimalkan tingkat kerugian atau mengamankan keuntungan di batas tertentu , segera luangkan waktu untuk mempelajari penggunaan fitur ini dan mengaplikasikannya dalam kegiatan investasi atau trading Anda.

(Sumber : www.poems.co.id)




0 komentar "Bagaimana Cara TRAILING Stop Me-minimalkan Tingkat Kerugian ?", Baca atau Masukkan Komentar

Poskan Komentar